Rabu, 28 Oktober 2015

Pengobatan gagal ginjal

Pengobatan sesuai Tingkat Keparahan

Tingkat keparahan chronic kidney disease (CKD) menentukan jenis pengobatan yang diberikan. Dalam beberapa kasus, kerusakan pada ginjal dan sirkulasi tubuh dapat dicegah dengan konsumsi obat-obatan untuk mengontrol tekanan darah dan menurunkan kadar kolesterol dalam darah Anda.
Di samping itu, obat-obatan juga diberikan untuk mengontrol atau mencegah CKD berkembang hingga tubuh kehilangan hampir semua fungsi ginjal. Kondisi ini disebut dengan gagal ginjal permanen atau established renal failure (ERF).
Setidaknya 1 dari 100 pengidap CKD stadium tiga akan mengidap gagal ginjal. Pengidap gagal ginjal membutuhkan perawatan lebih lanjut untuk menggantikan sejumlah fungsi ginjal. Untuk mengetahui lebih banyak informasi, Anda dapat mengunjungi Registrasi Ginjal Indonesia atau Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI).

Menjaga Tekanan Darah

Tekanan darah tinggi dapat mempercepat perkembangan kerusakan ginjal. Oleh sebab itu penting untuk mengontrol tekanan darah yang dapat dilakukan dengan mengubah gaya hidup seperti mengurangi konsumsi garam dan mengurangi berat badan.
Namun jika perubahan ini belum cukup untuk mengontrol tekanan darah, Anda mungkin membutuhkan obat-obat antihipertensi seperti penghambat ACE (angiotensin converting enzyme). Obat penghambat ACE memberikan perlindungan tambahan pada ginjal dan mengurangi tekanan darah dalam tubuh serta mengurangi tekanan pada pembuluh darah. Contoh penghambat ACE adalah ramipril dan lisinorpil.
Selain itu terdapat juga obat anti-hipertensi yang disebut angiotensin-II receptor blocker (ARB) meliputi: candersatan, eprosartan, irbesartan, dan losartan. Efek samping dari jenis obat ini jarang namun tetap ada, misalnya rasa pusing.

Perubahan Gaya Hidup

Selain konsumsi obat-obatan, perkembangan CKD dan tekanan darah tinggi dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup sebagai berikut:
  • Mengurangi berat badan, terutama jika Anda mengalami obesitas.
  • Berolahraga teratur.
  • Berhenti merokok.
  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang dan rendah lemak
  • Membatasi konsumsi minuman keras.
  • Menjaga konsumsi garam tidak lebih dari 6 gram atau satu sendok teh per hari.
  • Kecuali diresepkan oleh dokter, hindari konsumsi obat anti-inflamasi non-steroid seperti ibuprofen.

Perbaikan Keseimbangan Fosfat

Kelebihan fosfat pada tubuh biasanya disaring oleh ginjal. Namun penumpukan fosfat akan terjadi pada ginjal yang tidak berfungsi dengan baik, seperti pada pengidap penyakit ginjal stadium empat atau lima. Maka dari itu, pengidap penyakit ginjal stadium menengah ke atas akan disarankan untuk mengurangi konsumsi fosfat yang umumnya terkandung dalam daging merah, produk olahan ternak sapi, telur, dan ikan.
Selain itu, penderita akan disarankan untuk mengonsumsi obat-obatan yang disebut pengikat fosfat. Contoh pengikat fosfat yang paling umum digunakan adalah kalsium karbonat. Walau jarang terjadi, pengikat fosfat dapat menimbulkan efek samping yang meliputi: konstipasidiaremualsakit perutperut kembungruam serta gatal-gatal pada kulit.

Aspirin atau Statin

Beberapa faktor risiko CKD seperti tekanan darah tinggi dan tingginya kadar kolesteroldalam darah, sama dengan faktor risiko serangan jantung dan stroke.
Dengan memiliki faktor risiko yang sama, pengidap CKD berisiko lebih tinggi menderita sakit jantung, termasuk serangan jantung atau stroke.
Oleh sebab itu, Anda akan disarankan mengonsumsi aspirin dalam dosis rendah atau statin untuk membantu mengurangi risiko serangan jantung atau stroke. Statin bekerja dengan menghambat efek enzim dalam hati Anda yang berguna untuk membentuk kolesterol.
Pada beberapa kasus, statin dapat menyebabkan sakit otot, lemas, dan nyeri. Sementara efek samping lebih ringan yang dapat timbul adalah sakit perut, konstipasi, diare, dan sakit kepala.

Penumpukan Cairan (Edema)

Ginjal yang tidak berfungsi membuat tubuh sulit membuang cairan. Akibatnya terjadi penumpukan cairan pada pergelangan kaki atau sekitar paru-paru. Oleh karena itu dokter akan menyarankan pengidap sakit ginjal untuk membatasi konsumsi cairan dan garam, serta memerhatikan cairan yang terdapat dalam makanan yang Anda konsumsi seperti buah, sup, atau yoghurt. Selain itu, kelebihan cairan dalam tubuh juga dapat dikurangi dengan konsumsi obat diuretik (tablet cair), seperti furosemida.

Konsumsi Suplemen Zat besi dan Vitamin D

Anemia atau kondisi saat tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah banyak diderita pengidap CKD stadium tiga ke atas. Suplemen zat besi untuk produksi sel-sel darah merah biasanya akan diberikan untuk mengatasinya. Zat ini dapat diberikan dalam beberapa suntikan ke dalam pembuluh darah atau dalam bentuk tablet seperti ferri sulfat.
Hormon eritropoietin yang membantu tubuh memproduksi sel darah merah juga bisa disuntikkan jika langkah-langkah di atas tidak dapat mengatasi anemia. Contoh-contoh suntikan ini antara lain epoetin alfa, beta dan zeta, methoxy polyethylene glycol-epoetin beta, dan darbepoetin.
Selain itu, pengidap penyakit ginjal berisiko kekurangan vitamin D yang penting untuk tulang. Ini dikarenakan ginjal tidak dapat berfungsi mengaktifkan vitamin D dari makanan dan sinar matahari. Sehingga umumnya Anda akan mendapatkan suplemen vitamin D dengan yang disebut alfacalcidol atau calcitriol.

Pengobatan untuk Gagal Ginjal: Cuci Darah atau Transplantasi

Dalam beberapa kasus, penyakit ginjal kronis dapat berkembang menjadi gagal ginjal permanen atau established renal failure (ERF). Pada tahap ini, ginjal berhenti bekerja dan mengancam hidup. Kondisi ini terjadi secara perlahan-lahan dan jarang terjadi secara tiba-tiba.
Namun banyak pengidap penyakit ginjal dapat memiliki ginjal yang berfungsi dengan baik sepanjang hidup mereka dengan menjalani perawatan. Diskusikan dengan dokter Anda tentang pilihan-pilihan pengobatan seperti cuci darah, transplantasi ginjal, atau perawatan pendukung. Perawatan pendukung bertujuan terbatas yaitu hanya untuk meringankan gejala yang dirasakan penderita stadium akhir. 
Berikut ini beberapa pengobatan gagal ginjal kronis yang dapat ditempuh tentunya disesuaikan dengan kondisi pasien :
Obat Tekanan Darah Tinggi. 
Penderita gagal ginjal kronis dapat mengalami perburukan tekanan darah tinggi, sehingga tak jarang Dokter merekomendasikan obat untuk menurunkan tekanan darah (hipertensi)- biasanya berupa angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor (contohnya captopril) atau angiotensin II receptor blocker – dan mempertahankan fungsi ginjal. Obat tekanan darah tinggi pada awalnya dapat menurunkan fungsi ginjal dan mengubah kadar elektrolit, sehingga diperlukan periksa darah rutin dan pengawasan dari dokter. Disamping itu, Penderita Gagal Ginjal juga direkomendasikan untuk diet rendah garam.
Obat Penurun Kolesterol. 
Pasien gagal ginjal kronis sering mengalami kadar kolesterol jahat yang tinggi, untuk membuktikan hal itu diperlukan pemeriksaan darah kolesterol lengkap. Jika memangkolesterol tinggi dan kondisi ini dibiarkan saja, maka dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Oleh karena itu, diperlukan obat penurun kolesterol, yang biasa dipakai yaitu golongan statin. contohnya : simvastatin.
Obat gagal ginjal untuk mengatasi anemia. 
Dalam situasi tertentu, dimana pasien mengalami anemia akibat gagal ginjal kronis, diperlukan suplemen hormon erythropoietin, kadang-kadang ditambah dengan zat besi. Suplemen erythropoietin dapat menginduksi dan meningkatkan produksi sel darah merah, sehingga dapat meredakan kelelahan dan kelemahan yang disebabkan oleh anemia.
Obat gagal ginjal untuk mengatasi bengkak. 
Pada gagal ginjal kronis terjadi penumpukan cairan dalam tubuh yang jumlahnya dapat berlebihan sehingga menimbulkan bengkak, terutama pada lengan dan kaki, serta menyebabkan tekanan darah tinggi. Obat yang disebut diuretik dapat membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dengan membuang cairan tersebut sehingga dapat menurunkan darah tinggi dan menghilangkan bengkak.
Obat gagal ginjal untuk melindungi tulang. 
Dokter mungkin meresepkan suplemen kalsium dan vitamin D untuk mencegah pengeroposan tulang dan menurunkan risiko patah tulang. Anda juga dapat mengambil obat untuk menurunkan jumlah fosfat dalam darah, sehingga meningkatkan jumlah kalsium yang tersedia bagi tulang.
Diet rendah protein.
Diet rendah protein bertujuan untuk meminimalkan produk limbah dalam darah. Tubuh kita akan memproses protein dari makanan, pada proses tersebut terbentuk juga produk limbah dalam darah yang harus disaring oleh ginjal. Untuk meringankan pekerjaan ginjal, maka dokter biasanya merekomendasikan makan lebih sedikit protein. Dokter juga mungkin meminta Anda untuk berkonsultasi dengan ahli gizi yang dapat menyarankan cara untuk menurunkan asupan protein dengan tidak meninggalkan makan makanan yang sehat.
Pengobatan untuk penyakit ginjal stadium akhir.
Jika ginjal sudah tidak mampu lagi menyaring limbah dalam tubuh sehingga produk limbah tersebut membahayakan tubuh, dan Anda mengembangkan gagal ginjal lengkap atau hampir lengkap, itu artinya Anda memiliki penyakit ginjal stadium akhir. Pada saat ini obat-obat gagal ginjal tidak lagi berperan, yang dibutuhkan yaitu dialisis (cuci darah) atau transplantasi ginjal.
Cuci Darah
Dialisis atau cuci darah pada gagal ginjal kronis bertujuan untuk menghilangkan produk limbah dan cairan ekstra pada darah ketika ginjal tidak mampu melakukan fungsi-fungsi normalnya ini.
Transplantasi ginjal.
Jika Anda tidak memiliki kondisi medis yang mengancam jiwa selain gagal ginjal, maka transplantasi ginjal bisa menjadi pilihan untuk Anda. Transplantasi ginjal atau pencangkokan ginjal merupakan prosedur operasi atau pembedahan dengan menempatkan ginjal yang sehat dari donor ke dalam tubuh sebagai pengganti ginjal yang rusak. Transplantasi ginjal bisa berasal dari donor yang baru meninggal atau dari donor hidup.
Itulah beberapa pengobatan gagal ginjal yang dapat dilakukan, tentunya disesuaikan dengan kondisi pasien agar tepat sasaran sehingga keberhasilan terapi dapat diharapkan.

Rabu, 21 Oktober 2015

Makanan yang harus dimakan


Prinsip Diet untuk Penderita Gagal Ginjal kroni:
  1. Diet lunak atau biasa,
  2. Konsumsi sumber karbohidrat: selai, gula pasir, permen dan sirup,
  3. Konsumsi Cukup energi namun rendah protein,
  4. Konsumsi sumber protein, diutamakan protein hewani, seperti: daging sapi, ,susu, dan ikan. Takarannya tentu disesuaikan dengan kegagalan fungsi ginjal penderita.
  5. Konsumsi makanan sumber lemak tidak jenuh, dengan kebutuhan sekitar 25 persen dari total energi yang diperlukan setiap hari.
  6. Kebutuhan air penderita gagal ginjal sebaiknya sesuai dengan jumlah urine selama satu hari sekitar 500 mililiter yang didapatkan dari minuman dan makanan.
  7. Konsumsi makanan yang mengandung kalium dan natrium, dengan jumlah sesuai keadaan penderita.
  8. Kebutuhan kalori Penderita Gagal Ginjal, sekitar 35 Kkal/Kg berat badan/hari.
  9. Kurangi konsumsi garam dapur, apabila anda juga menderita hipertensi bengkak.
  10. Konsumsi agar-agar, karena selain mengandung sumber energi makanan ini juga mengandung serat yang larut.
Pantangan Makanan untuk Penderita Gagal Ginjal
  1. Kurangi Konsumsi makanan mengandung karbohidrat seperti: nasi, kentang, jagung, pasta, hevermout, dan ubi-ubian.
  2. Kurangi Konsumsi Protein hewani, seperti: daging kambing dan ayam, hati, ikan, keju, udang dan telur.
  3. Kurangi konsumsi Sayuran dan buah-buahan tinggi kalium, seperti: alpukat, apel, jeruk, pisang, buah dan daun pepaya, seledri, kembang kol, peterseli dan buncis.

Cara mengatasi penyakit gagal ginjal


Cara pencegahan penyakit ginjal sejak dini

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Dan ketika Anda bisa merawat ginjal Anda sejak dari awal, maka resiko gagal ginjal atau penyakit ginjal lainnya bisa ditekan. Berikut 10 tips cara mencegah penyakit ginjal :

1. Memagajemen  diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung dengan baik :

Penyakit ginjal adalah penyakit sekunder sebagai akibat dari penyakit primer. Kondisi seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung adalah penyebab utama disebagian besar kasus penyakit ginjal. Oleh karena itu, selalu kendalikan kadar gula, kadar kolesterol dan, tekanan darah dengan jalan mengikuti diet sehat, olahraga. Pedoman pengobatan yang benar sangat penting untuk mencegah penyakit ginjal.

2. Mengurangi asupan garam :

Garam adalah sumber yang meningkatkan kadar natrium dari diet Anda. Natrium tinggi tidak hanya meningkatkan tekanan darah, tetapi juga memicu pembentukan batu ginjal.

3. Minum banyak air setiap hari :

Air sangat penting untuk membantu Anda agar tetap terhidrasi, serta membantu ginjal untuk membuang semua racun dari dalam tubuh Anda. Air juga membantu tubuh untuk mempertahankan volume dan konsentrasi darah. Hal ini juga membantu pencernaan dan mengontrol suhu tubuh. Jadi pastikan Anda terhindar dari dehidrasi dengan mendapatkan jumlah cairan yang cukup setiap hari.

4. Jangan menahan buang air kecil :

Penyaringan darah adalah fungsi utama yang dilakukan oleh ginjal Anda. Ketika proses penyaringan dilakukan, maka jumlah kelebihan cairan limbah yang disimpan didalam kandung kemih perlu segera dibuang. Meskipun kandung kemih bisa menampung lebih banyak urin, namun rasa ingin BAK dirasakan saat kandung kemih sudah terisi dengan 120-150 ml urin.
Jadi, jika Anda mulai mengabaikan dorongan untuk pergi ke kamar kecil, kandung kemih membentang lebih dari kapasitasnya. Hal ini mempengaruhi proses filtrasi ginjal. Baca juga Mengetahui kondisi kesehatan berdasarkan warna urin

5. Makan dengan benar:

Hampir semua proses yang terjadi di dalam tubuh Anda dipengaruhi oleh apa yang Anda makan dan bagaimana cara Anda makan. Jika Anda makan makanan yang tidak sehat, seperti junk food dan makanan cepat saji, maka organ-organ tubuh Anda harus bekerja ekstra keras, termasuk ginjal.
Anda harus menyertakan mengkonsumsi makanan yang tepat dalam diet Anda, terutama makanan yang bisamemperkuat ginjal seperti ikan, asparagus, sereal, bawang putih dan peterseli. Buah-buahan seperti semangka, jeruk dan lemon juga baik untuk kesehatan ginjal.

6. Minum-minuman yang sehat :

Termasuk jus segar atau jus blender adalah cara lain supaya Anda bisa memasukkan lebih banyak cairan dan menjaga ginjal Anda selalu sehat. Jus membantu sistem pencernaan untuk mengekstrak lebih banyak air dan mengeluarkan limbah dari dalam tubuh.
Hindari berlebihan minum minuman bersoda, kopi atau  teh, karena minuman ini mengandung kafein yang berpotensi mengurangi jumlah cairan dalam tubuh. Jadi dengan demikian, ginjal harus bekerja lebih keras untuk membuangnya.
Jika Anda sudah menderita masalah dengan ginjal, maka Anda harus menghindari jus yang terbuat dari sayuran seperti bayam dan bit. Hal ini karena kedua sayuran tersebut kaya akan asam oksalat, yang menyebabkan pembentukan batu ginjal. Tapi Anda pasti bisa minum air kelapa.

7. Hindari alkohol dan merokok :

Kelebihan asupan alk*hol bisa mengganggu keseimbangan elektrolit dalam tubuh dan pengendali hormonal yang mempengaruhi fungsi ginjal. Mer*kok memang tidak terkait langsung dengan masalah ginjal, tetapi bisa mengurangi fungsi ginjal secara signifikan – plus memiliki efek buruk pada kesehatan jantung, yang selanjutnya bisa memperburuk masalah ginjal.

8. Olahraga rutin :

Para ahli dan peneliti yakin bahwa obesitas sangat terkait dengan masalah kesehatan yang berhubungan dengan ginjal terkait. Kelebihan berat badan akan menghadirkan resiko masalah ginjal dua kali lipat. Berolahraga, diet sehat, serta mengatur porsi makan seimbang pasti bisa membantu menurunkan kelebihan berat badan dan meningkatkan kesehatan ginjal. Selain itu, Anda akan selalu merasa segar dan aktif. Berikut lebih lanjut tentang bagaimana obesitas dan penyakit ginjal terkait .

9. Hindari mengkonsumsi obat tanpa saran dari medis :

Apapun jenis obat-obatan yang Anda konsumsi harus melewati ginjal untuk dilakukan penyaringan. Penambahan dosis atau minum obat-obatan tanpa Anda sadari bisa meningkatkan beban racun pada ginjal. Itulah mengapa Anda harus selalu mengikuti resep dan dosis yang diberikan ahli kesehatan, dan menghindari mengobati diri sendiri.

10.  Hati-hati mengkonsumsi suplemen dan obat-obatan herbal atau jamu :

Jika Anda mengambil suplemen vitamin atau beberapa suplemen herbal, Anda harus mempertimbangkan dengan kebutuhan Anda. Berlebihan mendapatkan asupan vitamin dan herbal tertentu atau jamu terkait dengan kerusakan ginjal. Anda harus berkonsultasi dengan dokter mengenai risiko penyakit ginjal sebelum mengambil suplemen dan jamu.

Gejala Penyakit


gejala penyakit:
Kencing terasa kurang dibandingkan dengan kebiasaan sebelumnya.
- Kencing berubah warna, berbusa, atau sering bangun malam untuk kencing.
- Sering bengkak di kaki, pergelangan, tangan, dan muka. Antara lain karena ginjal tidak bisa membuang air yang berlebih.
- Lekas capai atau lemah, akibat kotoran tidak bisa dibuang oleh ginjal.
- Sesak napas, akibat air mengumpul di paru-paru. Keadaan ini sering disalahartikan sebagai asma atau kegagalan jantung.
- Napas bau karena adanya kotoran yang mengumpul di rongga mulut.
- Rasa pegal di punggung.
- Gatal-gatal, utamanya di kaki.
- Kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah.

Pengertian

GAGAL GINJAL : Secara normal ginjal kita selalu melakukan pekerjaannya dengan sempurna, yaitu menyaring darah dari limbah-limbah metabolisme. Namun, terkadang ginjal gagal melakukan pekerjaannya itu, maka kondisi ini disebut gagal ginjal, sebagai akibatnya zat-zat yang berbahaya ini menumpuk dalam tubuh sehingga akan menimbulkan berbagai gejala gagal ginjal yang berbahaya.
Tanpa pengobatan atau penanganan yang tepat, gagal ginjal akan mengakibatkan penumpukan racun, cairan ekstra dan mineral berbahaya dalam darah yang pada akhirnya akan menyebabkan kematian. Informasi berikut ini akan membahas pertanyaan-pertanyaan paling umum tentang gagal ginjal, yakni mengenai apa itu gagal ginjal, jenis, penyebab, gejala, dan pengobatannya.