Pengobatan sesuai Tingkat Keparahan
Tingkat keparahan chronic kidney disease (CKD) menentukan jenis pengobatan yang diberikan. Dalam beberapa kasus, kerusakan pada ginjal dan sirkulasi tubuh dapat dicegah dengan konsumsi obat-obatan untuk mengontrol tekanan darah dan menurunkan kadar kolesterol dalam darah Anda.
Di samping itu, obat-obatan juga diberikan untuk mengontrol atau mencegah CKD berkembang hingga tubuh kehilangan hampir semua fungsi ginjal. Kondisi ini disebut dengan gagal ginjal permanen atau established renal failure (ERF).
Setidaknya 1 dari 100 pengidap CKD stadium tiga akan mengidap gagal ginjal. Pengidap gagal ginjal membutuhkan perawatan lebih lanjut untuk menggantikan sejumlah fungsi ginjal. Untuk mengetahui lebih banyak informasi, Anda dapat mengunjungi Registrasi Ginjal Indonesia atau Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI).
Menjaga Tekanan Darah
Tekanan darah tinggi dapat mempercepat perkembangan kerusakan ginjal. Oleh sebab itu penting untuk mengontrol tekanan darah yang dapat dilakukan dengan mengubah gaya hidup seperti mengurangi konsumsi garam dan mengurangi berat badan.
Namun jika perubahan ini belum cukup untuk mengontrol tekanan darah, Anda mungkin membutuhkan obat-obat antihipertensi seperti penghambat ACE (angiotensin converting enzyme). Obat penghambat ACE memberikan perlindungan tambahan pada ginjal dan mengurangi tekanan darah dalam tubuh serta mengurangi tekanan pada pembuluh darah. Contoh penghambat ACE adalah ramipril dan lisinorpil.
Selain itu terdapat juga obat anti-hipertensi yang disebut angiotensin-II receptor blocker (ARB) meliputi: candersatan, eprosartan, irbesartan, dan losartan. Efek samping dari jenis obat ini jarang namun tetap ada, misalnya rasa pusing.
Perubahan Gaya Hidup
Selain konsumsi obat-obatan, perkembangan CKD dan tekanan darah tinggi dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup sebagai berikut:
- Mengurangi berat badan, terutama jika Anda mengalami obesitas.
- Berolahraga teratur.
- Berhenti merokok.
- Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang dan rendah lemak
- Membatasi konsumsi minuman keras.
- Menjaga konsumsi garam tidak lebih dari 6 gram atau satu sendok teh per hari.
- Kecuali diresepkan oleh dokter, hindari konsumsi obat anti-inflamasi non-steroid seperti ibuprofen.
Perbaikan Keseimbangan Fosfat
Kelebihan fosfat pada tubuh biasanya disaring oleh ginjal. Namun penumpukan fosfat akan terjadi pada ginjal yang tidak berfungsi dengan baik, seperti pada pengidap penyakit ginjal stadium empat atau lima. Maka dari itu, pengidap penyakit ginjal stadium menengah ke atas akan disarankan untuk mengurangi konsumsi fosfat yang umumnya terkandung dalam daging merah, produk olahan ternak sapi, telur, dan ikan.
Selain itu, penderita akan disarankan untuk mengonsumsi obat-obatan yang disebut pengikat fosfat. Contoh pengikat fosfat yang paling umum digunakan adalah kalsium karbonat. Walau jarang terjadi, pengikat fosfat dapat menimbulkan efek samping yang meliputi: konstipasi, diare, mual, sakit perut, perut kembung, ruam serta gatal-gatal pada kulit.
Aspirin atau Statin
Beberapa faktor risiko CKD seperti tekanan darah tinggi dan tingginya kadar kolesteroldalam darah, sama dengan faktor risiko serangan jantung dan stroke.
Dengan memiliki faktor risiko yang sama, pengidap CKD berisiko lebih tinggi menderita sakit jantung, termasuk serangan jantung atau stroke.
Oleh sebab itu, Anda akan disarankan mengonsumsi aspirin dalam dosis rendah atau statin untuk membantu mengurangi risiko serangan jantung atau stroke. Statin bekerja dengan menghambat efek enzim dalam hati Anda yang berguna untuk membentuk kolesterol.
Pada beberapa kasus, statin dapat menyebabkan sakit otot, lemas, dan nyeri. Sementara efek samping lebih ringan yang dapat timbul adalah sakit perut, konstipasi, diare, dan sakit kepala.
Penumpukan Cairan (Edema)
Ginjal yang tidak berfungsi membuat tubuh sulit membuang cairan. Akibatnya terjadi penumpukan cairan pada pergelangan kaki atau sekitar paru-paru. Oleh karena itu dokter akan menyarankan pengidap sakit ginjal untuk membatasi konsumsi cairan dan garam, serta memerhatikan cairan yang terdapat dalam makanan yang Anda konsumsi seperti buah, sup, atau yoghurt. Selain itu, kelebihan cairan dalam tubuh juga dapat dikurangi dengan konsumsi obat diuretik (tablet cair), seperti furosemida.
Konsumsi Suplemen Zat besi dan Vitamin D
Anemia atau kondisi saat tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah banyak diderita pengidap CKD stadium tiga ke atas. Suplemen zat besi untuk produksi sel-sel darah merah biasanya akan diberikan untuk mengatasinya. Zat ini dapat diberikan dalam beberapa suntikan ke dalam pembuluh darah atau dalam bentuk tablet seperti ferri sulfat.
Hormon eritropoietin yang membantu tubuh memproduksi sel darah merah juga bisa disuntikkan jika langkah-langkah di atas tidak dapat mengatasi anemia. Contoh-contoh suntikan ini antara lain epoetin alfa, beta dan zeta, methoxy polyethylene glycol-epoetin beta, dan darbepoetin.
Selain itu, pengidap penyakit ginjal berisiko kekurangan vitamin D yang penting untuk tulang. Ini dikarenakan ginjal tidak dapat berfungsi mengaktifkan vitamin D dari makanan dan sinar matahari. Sehingga umumnya Anda akan mendapatkan suplemen vitamin D dengan yang disebut alfacalcidol atau calcitriol.
Pengobatan untuk Gagal Ginjal: Cuci Darah atau Transplantasi
Dalam beberapa kasus, penyakit ginjal kronis dapat berkembang menjadi gagal ginjal permanen atau established renal failure (ERF). Pada tahap ini, ginjal berhenti bekerja dan mengancam hidup. Kondisi ini terjadi secara perlahan-lahan dan jarang terjadi secara tiba-tiba.
Namun banyak pengidap penyakit ginjal dapat memiliki ginjal yang berfungsi dengan baik sepanjang hidup mereka dengan menjalani perawatan. Diskusikan dengan dokter Anda tentang pilihan-pilihan pengobatan seperti cuci darah, transplantasi ginjal, atau perawatan pendukung. Perawatan pendukung bertujuan terbatas yaitu hanya untuk meringankan gejala yang dirasakan penderita stadium akhir.
Berikut ini beberapa pengobatan gagal ginjal kronis yang dapat ditempuh tentunya disesuaikan dengan kondisi pasien :
Obat Tekanan Darah Tinggi.
Penderita gagal ginjal kronis dapat mengalami perburukan tekanan darah tinggi, sehingga tak jarang Dokter merekomendasikan obat untuk menurunkan tekanan darah (hipertensi)- biasanya berupa angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor (contohnya captopril) atau angiotensin II receptor blocker – dan mempertahankan fungsi ginjal. Obat tekanan darah tinggi pada awalnya dapat menurunkan fungsi ginjal dan mengubah kadar elektrolit, sehingga diperlukan periksa darah rutin dan pengawasan dari dokter. Disamping itu, Penderita Gagal Ginjal juga direkomendasikan untuk diet rendah garam.
Penderita gagal ginjal kronis dapat mengalami perburukan tekanan darah tinggi, sehingga tak jarang Dokter merekomendasikan obat untuk menurunkan tekanan darah (hipertensi)- biasanya berupa angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor (contohnya captopril) atau angiotensin II receptor blocker – dan mempertahankan fungsi ginjal. Obat tekanan darah tinggi pada awalnya dapat menurunkan fungsi ginjal dan mengubah kadar elektrolit, sehingga diperlukan periksa darah rutin dan pengawasan dari dokter. Disamping itu, Penderita Gagal Ginjal juga direkomendasikan untuk diet rendah garam.
Obat Penurun Kolesterol.
Pasien gagal ginjal kronis sering mengalami kadar kolesterol jahat yang tinggi, untuk membuktikan hal itu diperlukan pemeriksaan darah kolesterol lengkap. Jika memangkolesterol tinggi dan kondisi ini dibiarkan saja, maka dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Oleh karena itu, diperlukan obat penurun kolesterol, yang biasa dipakai yaitu golongan statin. contohnya : simvastatin.
Pasien gagal ginjal kronis sering mengalami kadar kolesterol jahat yang tinggi, untuk membuktikan hal itu diperlukan pemeriksaan darah kolesterol lengkap. Jika memangkolesterol tinggi dan kondisi ini dibiarkan saja, maka dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Oleh karena itu, diperlukan obat penurun kolesterol, yang biasa dipakai yaitu golongan statin. contohnya : simvastatin.
Obat gagal ginjal untuk mengatasi anemia.
Dalam situasi tertentu, dimana pasien mengalami anemia akibat gagal ginjal kronis, diperlukan suplemen hormon erythropoietin, kadang-kadang ditambah dengan zat besi. Suplemen erythropoietin dapat menginduksi dan meningkatkan produksi sel darah merah, sehingga dapat meredakan kelelahan dan kelemahan yang disebabkan oleh anemia.
Dalam situasi tertentu, dimana pasien mengalami anemia akibat gagal ginjal kronis, diperlukan suplemen hormon erythropoietin, kadang-kadang ditambah dengan zat besi. Suplemen erythropoietin dapat menginduksi dan meningkatkan produksi sel darah merah, sehingga dapat meredakan kelelahan dan kelemahan yang disebabkan oleh anemia.
Obat gagal ginjal untuk mengatasi bengkak.
Pada gagal ginjal kronis terjadi penumpukan cairan dalam tubuh yang jumlahnya dapat berlebihan sehingga menimbulkan bengkak, terutama pada lengan dan kaki, serta menyebabkan tekanan darah tinggi. Obat yang disebut diuretik dapat membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dengan membuang cairan tersebut sehingga dapat menurunkan darah tinggi dan menghilangkan bengkak.
Pada gagal ginjal kronis terjadi penumpukan cairan dalam tubuh yang jumlahnya dapat berlebihan sehingga menimbulkan bengkak, terutama pada lengan dan kaki, serta menyebabkan tekanan darah tinggi. Obat yang disebut diuretik dapat membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dengan membuang cairan tersebut sehingga dapat menurunkan darah tinggi dan menghilangkan bengkak.
Obat gagal ginjal untuk melindungi tulang.
Dokter mungkin meresepkan suplemen kalsium dan vitamin D untuk mencegah pengeroposan tulang dan menurunkan risiko patah tulang. Anda juga dapat mengambil obat untuk menurunkan jumlah fosfat dalam darah, sehingga meningkatkan jumlah kalsium yang tersedia bagi tulang.
Dokter mungkin meresepkan suplemen kalsium dan vitamin D untuk mencegah pengeroposan tulang dan menurunkan risiko patah tulang. Anda juga dapat mengambil obat untuk menurunkan jumlah fosfat dalam darah, sehingga meningkatkan jumlah kalsium yang tersedia bagi tulang.
Diet rendah protein.
Diet rendah protein bertujuan untuk meminimalkan produk limbah dalam darah. Tubuh kita akan memproses protein dari makanan, pada proses tersebut terbentuk juga produk limbah dalam darah yang harus disaring oleh ginjal. Untuk meringankan pekerjaan ginjal, maka dokter biasanya merekomendasikan makan lebih sedikit protein. Dokter juga mungkin meminta Anda untuk berkonsultasi dengan ahli gizi yang dapat menyarankan cara untuk menurunkan asupan protein dengan tidak meninggalkan makan makanan yang sehat.
Diet rendah protein bertujuan untuk meminimalkan produk limbah dalam darah. Tubuh kita akan memproses protein dari makanan, pada proses tersebut terbentuk juga produk limbah dalam darah yang harus disaring oleh ginjal. Untuk meringankan pekerjaan ginjal, maka dokter biasanya merekomendasikan makan lebih sedikit protein. Dokter juga mungkin meminta Anda untuk berkonsultasi dengan ahli gizi yang dapat menyarankan cara untuk menurunkan asupan protein dengan tidak meninggalkan makan makanan yang sehat.
Pengobatan untuk penyakit ginjal stadium akhir.
Jika ginjal sudah tidak mampu lagi menyaring limbah dalam tubuh sehingga produk limbah tersebut membahayakan tubuh, dan Anda mengembangkan gagal ginjal lengkap atau hampir lengkap, itu artinya Anda memiliki penyakit ginjal stadium akhir. Pada saat ini obat-obat gagal ginjal tidak lagi berperan, yang dibutuhkan yaitu dialisis (cuci darah) atau transplantasi ginjal.
Cuci Darah
Dialisis atau cuci darah pada gagal ginjal kronis bertujuan untuk menghilangkan produk limbah dan cairan ekstra pada darah ketika ginjal tidak mampu melakukan fungsi-fungsi normalnya ini.
Dialisis atau cuci darah pada gagal ginjal kronis bertujuan untuk menghilangkan produk limbah dan cairan ekstra pada darah ketika ginjal tidak mampu melakukan fungsi-fungsi normalnya ini.
Transplantasi ginjal.
Jika Anda tidak memiliki kondisi medis yang mengancam jiwa selain gagal ginjal, maka transplantasi ginjal bisa menjadi pilihan untuk Anda. Transplantasi ginjal atau pencangkokan ginjal merupakan prosedur operasi atau pembedahan dengan menempatkan ginjal yang sehat dari donor ke dalam tubuh sebagai pengganti ginjal yang rusak. Transplantasi ginjal bisa berasal dari donor yang baru meninggal atau dari donor hidup.
Jika Anda tidak memiliki kondisi medis yang mengancam jiwa selain gagal ginjal, maka transplantasi ginjal bisa menjadi pilihan untuk Anda. Transplantasi ginjal atau pencangkokan ginjal merupakan prosedur operasi atau pembedahan dengan menempatkan ginjal yang sehat dari donor ke dalam tubuh sebagai pengganti ginjal yang rusak. Transplantasi ginjal bisa berasal dari donor yang baru meninggal atau dari donor hidup.
Itulah beberapa pengobatan gagal ginjal yang dapat dilakukan, tentunya disesuaikan dengan kondisi pasien agar tepat sasaran sehingga keberhasilan terapi dapat diharapkan.